
Mimika, metronoken.id – Rabu (13/05/2026) – Acara pengucapan syukur atas penunjukan PLT Ketua Partai Demokrat Kabupaten Mimika, Kapten Nalio Yangkup, berlangsung penuh semangat politik, refleksi sosial, serta ajakan persatuan bagi masyarakat Papua, khususnya suku Amungme dan Kamoro.
Dalam sambutan politiknya, Kapten Nalio Yangkup menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada Orang Asli Papua untuk terlibat aktif dalam dunia politik dan pembangunan daerah. Menurutnya, partai politik harus menjadi wadah pendidikan politik bagi masyarakat lokal agar cita-cita kemerdekaan dan pembangunan bangsa dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.
“Kita harus kasih kesempatan kepada orang asli Papua untuk belajar politik, ikut membangun daerah, dan merasa memiliki republik ini. Kalau terus orang lain yang diberikan ruang, kapan anak negeri ini bisa maju?” tegas Nalio di hadapan kader dan simpatisan Demokrat.
Ia juga menyoroti kondisi Kabupaten Mimika yang dinilai sedang tidak baik-baik saja. Dalam orasinya, Nalio mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan, ekonomi masyarakat, hingga menurunnya perputaran uang di daerah.
“Hari ini Timika seperti negeri yang tidak punya Tuhan. Sampah di mana-mana, rumput tumbuh tidak terurus, masyarakat kecil mengeluh soal ekonomi. Di warung, pasar, sampai pangkalan ojek, semua bicara soal uang yang sulit beredar,” ujarnya.
Meski berada di posisi oposisi, Nalio menegaskan bahwa Partai Demokrat tetap hadir sebagai mitra pemerintah untuk memberikan kritik dan masukan demi pembangunan Mimika yang lebih baik.
“Demokrat bukan lawan pemerintah. Kami mitra yang akan menyampaikan aspirasi rakyat kecil agar pembangunan berjalan seimbang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Nalio juga menyampaikan bahwa Partai Demokrat saat ini berada di posisi tiga besar perolehan suara terbanyak di Kabupaten Mimika dan menjadi satu-satunya partai yang sempat mengusung calon bupati hingga tahapan akhir Pilkada.
Sementara itu, tokoh senior Demokrat, Piet Maga, turut memberikan sambutan penuh haru terkait perjalanan panjang Partai Demokrat di Mimika. Ia mengaku telah lama menjadi bagian dari Demokrat dan melihat partai tersebut sebagai rumah besar bagi masyarakat Papua.
“Saya sudah tua, sudah waktunya regenerasi. Karena itu saya serahkan tongkat estafet kepada generasi muda,” ucapnya.
Piet Maga menyebut langkah Kapten Nalio Yangkup mengambil alih kepemimpinan Demokrat sebagai bentuk penyelamatan partai di tengah situasi sulit pasca wafatnya ketua sebelumnya.
“Demokrat sempat seperti layang-layang putus. Tapi Nalio hadir mengambil kendali dan menyelamatkan partai ini. Apa yang dia lakukan adalah upaya penyelamatan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar politik tidak dijadikan alat konflik dan perpecahan di tengah masyarakat Papua.
“Kalau gara-gara partai orang sampai berperang, itu salah. Politik seharusnya membawa kesejahteraan, bukan permusuhan,” tegasnya.
Acara pengucapan syukur tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan dihadiri kader Partai Demokrat, simpatisan, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan di Kabupaten Mimika.
Editor. Metro noken