
Ilaga, metronoken.id – Warga Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, mulai menunjukkan semangat baru dalam membangun kembali kampung mereka pascakonflik. Sejak 20 Oktober 2025, masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti membersihkan Jalan Raya Omukia–Gome atas instruksi Bupati Puncak dan Ketua DPRK Puncak.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari peletakan batu pertama pembangunan Tugu Perdamaian di Kampung Eromaga pada 7 Oktober lalu. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kampung, tokoh gereja, tokoh pemuda, hingga jemaat gereja, turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Menurut Didimus Murib, salah satu tokoh masyarakat Eromaga, kerja bakti ini dilakukan untuk memperindah kembali kampung dan membuka akses transportasi menjelang perayaan Natal 2025.
“Bapak Bupati dan Ketua DPRK sudah perintahkan supaya masyarakat mulai kerja fisik. Jalan ini dulu jadi medan perang, tapi sekarang kami bersihkan agar kampung terlihat baik dan layak dilalui lagi,” ujarnya.
Jalan utama penghubung antar distrik tersebut sebelumnya dipenuhi semak dan rumput liar akibat situasi keamanan yang sempat tidak kondusif. Namun, dengan kondisi yang kini mulai aman, warga berinisiatif memperbaiki dan membersihkan jalur tersebut secara swadaya.
Tokoh gereja setempat juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kebangkitan masyarakat setelah sekian lama hidup dalam pengungsian.
“Beberapa bulan lalu kami mengungsi ke kota karena konflik. Sekarang kami sudah kembali ke kampung dan mulai bersih-bersih jalan dan gereja. Harapan kami, Natal tahun ini bisa dirayakan di kampung masing-masing,” tutur Didimus Murib di sela kegiatan kerja bakti.
Sebelumnya, pada Mei 2025, wilayah Ilaga, Gome, hingga Omukia terdampak operasi militer yang membuat banyak warga mengungsi. Rumah-rumah terbakar dan jalan raya tidak lagi digunakan, sehingga tertutup rumput tinggi.
Kepala Kampung Eromaga mengungkapkan bahwa masyarakat kini telah kembali ke kampung halaman sesuai arahan pemerintah daerah.
“Kami sudah lama tinggalkan kampung. Sekarang kami kembali dan mulai perbaiki rumah, jalan, dan gereja agar kehidupan bisa berjalan normal lagi,” katanya.
Sementara itu, Lanjut Kogoya, salah satu tokoh pemuda, berharap pemerintah dapat menindaklanjuti semangat warga dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik.
“Kami bersihkan jalan secara sukarela. Ke depan kami harap pemerintah bisa lanjutkan dengan pengaspalan hingga ke Kepala Air agar masyarakat lebih mudah beraktivitas,” ujarnya.
Kegiatan kerja bakti ini menjadi simbol kebangkitan dan persatuan masyarakat Eromaga setelah masa sulit yang panjang. Pemerintah daerah diharapkan terus memberikan dukungan agar semangat gotong royong dan rekonsiliasi sosial seperti ini dapat menular ke kampung-kampung lain di Distrik Omukia dan sekitarnya.
“Kami hanya ingin kampung kami damai dan bisa berkembang lagi,” tutup Didimus Murib penuh harap.