Papua Darurat Investasi Ilegal, Solidaritas Mahasiswa dan Pelajar Papua Menggelar aksi protes

Bagikan ke-:

Masa aksi mimbar bebas: Bebaskan 4 tapol Sorong papua dan darurat investasi Papua, usai menggelar orasi membar bebas (Dok. Mis M)

Nabire Papua Tengah, metronoken.id – Solidaritas Mahasiswa dan Pelajar Papua Tengah menggelar Aksi Mimbar Bebas bertajuk ” Bebaskan 4 Tapol di Makasar dan Papua Darurat Investasi”sedang berlangsung di pasar karang Tumaritis, Nabire pada, (11/09/2025), pukul 08.30 Wit.

Dalam aksi tersebut dihadiri oleh sejumlah Unsur: baik dari Mahasiswa, Pelajar, Intelektual, pemuda, dan Nama-mama Papua. Partisipasi Masyarakat menjunjung tinggi menunjukkan Papua sedang dalam kondisi Krisis Ham, Demokrasi, dan Investasi.

Pantauan Media kompasone.com pimpinan Aksi mimbar telah memberikan waktu kepada setiap Unsur untuk menyampaikan Situasi Papua. “Kami Gelar Mimbar ini untuk menghidupkan ruang demokrasi. Terutama kita mendorong menyuarakan pembebasan 4 Tapol di Makasar, dijerat karena dugaan aksi Makar” Ungkap Korlap.

Siapa 4 Tapol di Makasar?

Empat orang tersangka kasus makar asal Sorong, Papua Barat Daya adalah Abraham Goram Gaman, Maksi Sangkek, Piter Robaha, dan Nikson Mai.

4 Tapol tersebut dilebel pada pasal makar usai melakukan penyerahan surat-surat perundingan damai status Papua dan Indonesia di Pemerintah Sorong.

Baca juga

Lebih lanjut di kutip berbagi Media bahwa, Empat tahanan politik (tapol) Papua dituduh makar karena dugaan keterlibatan mereka dalam upaya memisahkan diri dari Indonesia melalui tindakan yang dianggap mengancam kedaulatan negara. Tuduhan ini dapat berakar pada partisipasi dalam kegiatan yang dianggap subversif, seperti menyelenggarakan acara dengan simbol-simbol separatis, yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk makar.

Darurat Investasi/Krisis Investasi Ilegal?

Papua merupakan wilayah provinsi dan pulau di bagian paling timur Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan kaya akan sumber daya alam, serta dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki budaya khas dan rambut keriting. Nama “Papua” sendiri berasal dari bahasa Melayu yang artinya rambut keriting, yang menggambarkan ciri fisik penduduk aslinya.

Selain dikenal karena sumbernya daya alam (SDA) dan keindahan Alam Papua, lebih kongkrit adalah pelanggaran Ham yang terus masif terjadi Akibat dari Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Papua.

Dengan alam yang kaya raya, banyak investor baik asing maupun Nonasing berupaya untuk menanamkan sahamnya di berbagai wilayah. Ada pula perusahaan legal tetapi ilegal lebih dominan diatas Tanah Papua. Melihat dengan keberadaan Perusahaan tak hanya membawa Kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran namun menghancurkan Tatanan ekosistem, sosial dan pelanggaran Ham.

Dengan kesadaran refleksi atas fenomena riil ini, solidaritas Mahasiswa Dan pelajar Menggelar Aksi Mimbar bebas. Tujuan utama dari aksi tersebut adalah mengeksplorasi kejahatan Negara, Investasi, TNI Polri kepada publik secara umum Dunia melalui orasi, Puisi, nyanyian, dan doa.

Terpantau awak media sala satu orator dengan tegas mengatakan, Tolak Investasi Ilegal dari seluruh Wilayah Papua. Investasi tersebut bukan untuk mensejahterakan Rakyat Papua tetapi memiskinkan rakyat oleh sebab itu, Pemerintah Harus sadar bahwa keputusan pemberian ijin melekat ada darah Rakyat Papua. ” Kami dengan tetas menolak adanya Investasi asing maupun Non asing. Kami punya pengalaman panjang tentang PT Freeport, sehingga Investasi tak mungkin sejahterakan rakyat (Kami) melainkan menambah luka, Pelanggaran Ham, Marjinalisasi Terhadap penduduk asli dari tanah mereka Sendiri” lantangnya.

Selain itu, Korlap aksi juga menambahkan sikap penolakan atas Perusahaan-perusahaan Ilegal. Selama perusahaan itu beroperasi atau mencobah masuk beroperasi Mahasiswa akan melakukan aksi ke aksi ” Kami Mahasiswa, Pelajar dan Manusia Papua tidak terima, karena mereka tidak akan mensejahterakan Masyarakatnya tetapi memperkaya diri”

Lanjutnya. Status 53 Ijin tambang yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, kami mendesak agar segera Memperjelas Statusnya, supaya Masyarakat bisa percaya. Libatkan Masyarakat karena mereka pemiliknya.

Ekspresi bentuk protes?

Beberapa Masa aksi sedang memegang Pamflet bertuliskan ” Papua Darurat investasi”, ” Segera Bebaskan 4 Tapol Papua”, “Tolak Blok Wabu”, “tarik TNI Polri”

Aksi mimbar sedang berlangsung secara damai. Pihak aparat, Kapolres juga menghadiri Aksi ini. Pantauan awak media Kapolres Nabire melakukan Negosiasi bersama Penanggung jawab aksi untuk pengawalan.

Harapan Masyarakat Papua.

Di harapkan Melalui aksi ini pemerintah pusat Maupun Daerah mengutamakan aspirasi rakyat. Pemerintah adalah wakil Allah sehingga setiap Keputusan harus melibatkan Keutamaan Nilai-nilai kemanusiaan dan suara-suara Rakyat sebagai pemilik alam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *