
Timika, metronoken.id – Kamis (04/06/2026) – Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Gereja Kemah Injil (AMKI) Provinsi Papua Tengah menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan pemasangan bom di lingkungan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Sion Daidapa, Kabupaten Intan Jaya.
Wakil Ketua DPD AMKI Papua Tengah, Eniya Magai, mengatakan bahwa rumah ibadah merupakan tempat suci yang harus dijaga dan dihormati oleh semua pihak. Menurutnya, tindakan yang membahayakan keselamatan umat di tempat ibadah tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Kami mengecam keras dugaan pemasangan bom di lingkungan gereja. Rumah ibadah adalah tempat umat berkumpul untuk berdoa, bersekutu, dan mencari kedamaian. Tidak boleh ada pihak yang menjadikan gereja sebagai lokasi yang membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Magai dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa apabila terdapat konflik atau operasi keamanan di suatu wilayah, maka rumah ibadah harus tetap menjadi zona aman yang terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun aktivitas yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
Menurut Magai, tindakan yang mengancam keamanan umat saat beribadah merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan beragama yang dijamin oleh negara.
“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut secara transparan dan tuntas siapa pun yang bertanggung jawab atas dugaan pemasangan bom tersebut. Jangan sampai masyarakat hidup dalam ketakutan saat menjalankan ibadah,” tegasnya.
Selain itu, AMKI Papua Tengah juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati tempat-tempat ibadah, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik dan mengancam keselamatan warga sipil.
Sebagai tokoh muda gereja, Magai menyampaikan keprihatinannya atas berbagai insiden yang disebut terjadi di sekitar fasilitas keagamaan di Intan Jaya. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menghormati kesucian gereja, masjid, maupun tempat ibadah lainnya.
“Gereja, masjid, dan seluruh rumah ibadah harus menjadi tempat yang aman bagi umat. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan melindungi masyarakat sipil dari segala bentuk ancaman,” katanya.
AMKI Papua Tengah berharap pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Intan Jaya demi terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan.
Editor. Metro noken