
Ilaga, metronoken.id – Kamis (11/06/2026) – Sebanyak 428 peserta mengikuti tes seleksi program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas Masuk Perguruan Tinggi Yang di selenggarakan Oleh Yayasan Binterbusih, sebagai Mitra Pemerintah Puncak. Fokus Cetak SDM Kesehatan dan Guru pendidikan yang diselenggarakan oleh Yayasan Binterbusih. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah puncak dalam mempersiapkan generasi muda Kabupaten Puncak untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Pulau Jawadan Bali.
Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner, dalam arahannya kepada para peserta menyampaikan bahwa yayasan terus berkomitmen membuka akses pendidikan bagi putra-putri Kabupaten Puncak melalui kerja sama dengan berbagai kampus di Indonesia.
Menurutnya, pada program tahun 2025 yang sekarang kuliah reguler sejumlah 77 dan matrikulasi sebanyak 41 mahasiswa yang akan melanjutkan studinya di sejumlah kampus yang ada di pulau Jawa dan Bali.
Pascalis Abner menjelaskan bahwa Yayasan Binterbusih Semarang telah menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mendukung program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas.
Di Jakarta, kampus mitra meliputi Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Nasional (UNAS), serta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug.
Di Bandung, yayasan bekerja sama dengan Universitas Adven Bandung (UNAI) dan Politeknik Energi dan pertambangan bandung
Sementara di Semarang, mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, Politeknik Mangunwijaya, Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Soegijapranata Catholic University (SCU).
Di Salatiga, kampus mitra yang menjadi tujuan mahasiswa adalah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Sedangkan di Yogyakarta, yayasan bermitra dengan Universitas Proklamasi 45 (UP45), Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).
Untuk wilayah Malang, kampus mitra meliputi Universitas Merdeka Malang (UNMER), Universitas Kanjuruhan Malang, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Menurut Pascalis, jaringan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi tersebut memberikan peluang yang lebih luas bagi putra-putri Kabupaten Puncak untuk memperoleh pendidikan berkualitas sesuai minat, bakat, dan kebutuhan pembangunan daerah. Fokus utama tetap diarahkan pada bidang kesehatan, pendidikan, teknik, pertambangan, serta sektor-sektor strategis lainnya yang dibutuhkan Kabupaten Puncak di masa depan
Pascalis menegaskan bahwa penempatan mahasiswa pada fakultas dan jurusan akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Bidang yang menjadi prioritas utama adalah ilmu kesehatan dan pendidikan keguruan, mengingat kebutuhan tenaga kesehatan dan guru di Kabupaten Puncak masih sangat tinggi.
“Fasilitas sekolah ada, tetapi tenaga guru masih sangat terbatas. Karena itu, jurusan kesehatan dan pendidikan akan menjadi prioritas utama. Selain itu, bidang teknik juga akan terus didorong karena daerah kita membutuhkan tenaga-tenaga teknis yang handal untuk mengelola sumber daya alam dan pembangunan daerah,” katanya.
Ia berharap peserta seleksi tahun 2026 dapat mengikuti jejak angkatan sebelumnya dengan berhasil menembus berbagai perguruan tinggi berkualitas di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa dari total peserta program tahun lalu, terdapat beberapa mahasiswa yang tidak melanjutkan program karena mengundurkan diri, melanggar aturan pembinaan, maupun faktor lainnya, termasuk ada yang meninggal dunia.
Sementara itu, proses pelepasan peserta yang dinyatakan lulus seleksi direncanakan akan dilaksanakan pada 21–22 Juni 2026. Yayasan berharap pelepasan dapat dilakukan langsung oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni, SE., MM., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Puncak di Ilaga.
Melalui program ini, Yayasan Binterbusih berharap dapat terus Bekerja sama dengan Pemerintah Puncak guna melahirkan sumber daya manusia asli Kabupaten Puncak yang berkualitas dan siap kembali membangun daerah setelah menyelesaikan pendidikan mereka di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Editor. Metro noken.