Mimika, metronoken.id– (13/11/2025), Tiga anggota DPRK Kabupaten Mimika, Dolfin Beanal, Elinus Mom, dan Abrian Katagame, turun langsung ke Distrik Jila untuk meninjau kondisi masyarakat pascakonflik bersenjata yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah aksi yang dilakukan oleh tim kepedulian masyarakat Mimika di Kantor DPRD beberapa hari lalu.
Dalam kunjungan tersebut, para anggota DPRD berdialog dengan masyarakat, melihat kondisi pengungsian, serta mendengar langsung keluhan dan harapan warga.
Dolfin Beanal menyampaikan bahwa kehadiran kami di lapangan merupakan langkah nyata DPRK untuk memastikan situasi di Jila dapat segera pulih.
“Kami sudah turun langsung dan melihat sendiri kondisi di sini. Masyarakat masih trauma, dan sebagian masih mengungsi. Mereka berharap pemerintah, terutama Bupati dan wakil Bupati, bisa hadir langsung menenangkan warga” ujar Dolfin.
Ia menegaskan bahwa langkah awal telah dilakukan dengan baik, namun perlu tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar bisa kembali hidup tenang di kampungnya masing-masing.
Abrian Katagame menyampaikan bahwa aspirasi utama warga Jila adalah Masyarakat Minta Pasukan Non-Organik Ditarik permintaan penarikan pasukan non-organik yang menurut mereka menimbulkan rasa takut dan trauma.
“Kami menerima langsung aspirasi itu. Masyarakat ingin hidup aman tanpa tekanan dari siapa pun. Kami di Dewan akan menempuh mekanisme untuk membahas hal ini bersama pemerintah daerah dan pihak keamanan,” ujarnya.
Abrian berharap pemerintah daerah serius menanggapi persoalan tersebut karena dampaknya sangat besar terhadap rasa aman masyarakat.
Sementara itu, Elinus Mom menyoroti pentingnya perubahan pendekatan keamanan di Papua agar lebih humanis dan tidak menimbulkan trauma bagi warga sipil. Ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan.
Pertama, kepada Kapolda, Pangdam, dan Pangkogab wilayah, agar dilakukan evaluasi dan audit terhadap operasi yang sedang berlangsung. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa seluruh prosedur operasi tetap mematuhi hukum humaniter internasional serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Yang kedua, kepada Panglima TNI, Kapolri, dan Kementerian Pertahanan, bila perlu dilakukan perubahan pendekatan keamanan, khususnya di wilayah Papua. Kami mendesak agar pimpinan di tingkat pusat meninjau ulang strategi keamanan di Papua. Strategi tersebut sebaiknya beralih dari pendekatan represif menjadi pendekatan teritorial, humanis, dan berbasis pembangunan kesejahteraan — dengan tujuan utama untuk memenangkan hati rakyat.
Ketiga, kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Kepala Distrik, kami harap dapat meninjau langsung lokasi pengungsian di Distrik Jila. Kehadiran pemerintah di lapangan akan memberikan rasa aman dan keyakinan kepada masyarakat bahwa negara benar-benar hadir di tengah mereka, Masyarakat sipil berhak mendapat perlindungan dan rasa aman,” tegas Elinus.
Langkah Lanjutan
Ketiga anggota DPRD Mimika sepakat untuk membawa hasil temuan serta aspirasi masyarakat Jila ke dalam rapat resmi DPRD. Mereka juga berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna membahas dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika serta aparat keamanan terkait.
Langkah ini diharapkan menjadi awal pemulihan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sekaligus mencegah agar konflik tidak meluas ke distrik-distrik sekitar.
Editopr. Hefron t