
Ribuan massa aksi turun ke jalan unjuk rasa penolakan 4 tapol Papua ke makasar Selasa (02/09/2025).(Doc. metro noken)
Jayapura, metronoken.id – Ribuan rakyat Papua menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pemindahan empat tahanan politik (tapol) eks Papua ke wilayah pengadilan Makassar. Menurut massa aksi, pemindahan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan dinilai sebagai bentuk diskriminasi dalam sistem hukum Indonesia, baik terhadap Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP yang dianggap pro terhadap isu Papua.
Aksi demonstrasi ini berlangsung pada Senin (02/09) sekitar pukul 09.00 Waktu Papua di kawasan Lingkaran Abepura, Jayapura. Jalanan dipadati lautan massa yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat umum yang berbondong-bondong hadir menyuarakan penolakan.
Para demonstran membawa beragam spanduk dan poster berisi kecaman, di antaranya bertuliskan: “Bebaskan Aktivis Papua Tanpa Syarat”, “Papua Darurat Militer, Lawan”, hingga “R.I.P Hukum Indonesia”. Melalui pesan-pesan tersebut, massa menegaskan bahwa penahanan sekaligus rencana pemindahan tapol ke luar Papua adalah bentuk kriminalisasi terhadap aktivis serta upaya sistematis untuk membungkam suara rakyat Papua.
baca juga: https://www.arahjuang.com/2025/08/31/kronologi-aksi-pembebasan-tahanan-politik-papua-di-sorong/
Dalam orasinya, koordinator aksi menyampaikan bahwa pihaknya menolak keras kebijakan tersebut. Pemindahan tapol jauh dari Papua dinilai sangat menyulitkan keluarga untuk melakukan kunjungan serta memperburuk kondisi psikologis para tahanan. “Ini adalah bentuk nyata ketidakadilan. Kami menuntut agar empat tapol segera dipulangkan ke Papua dan dibebaskan tanpa syarat,” tegasnya di hadapan massa.
Aksi ini berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat keamanan. Massa aksi duduk memenuhi jalan utama sembari meneriakkan yel-yel perlawanan. Meski diwarnai semangat perlawanan, jalannya aksi terpantau aman dan tertib tanpa adanya insiden yang berarti.
Sebagai bentuk konsistensi perjuangan, massa menegaskan komitmen untuk terus melaksanakan aksi-aksi lanjutan apabila pemerintah tetap tidak mengindahkan tuntutan mereka. Mereka menolak segala bentuk pemindahan tahanan politik ke luar Papua dan menuntut agar keempat tapol tersebut dibebaskan tanpa syarat sebagai wujud penghormatan terhadap keadilan dan hak asasi manusia.
Read: Metronoken