
Mimika, metronoken.id – jumat (06/03/2026) – Dinas Sosial Kabupaten Mimika melakukan kunjungan ke Yayasan Sa Noken sebagai bagian dari upaya melihat langsung kegiatan sosial yang dilakukan oleh anak-anak muda Papua dalam membangun sumber daya manusia (SDM).
Dalam kesempatan tersebut, Founder Yayasan Sa Noken Hefron Tabuni menyampaikan pesan penting mengenai urgensi pengembangan pendidikan SDM di Papua, khususnya bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses pendidikan. Ia menekankan bahwa persoalan buta huruf masih menjadi keadaan darurat yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Pengembangan SDM harus menjadi prioritas utama. Kita tidak bisa hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi harus memastikan generasi muda Papua memiliki akses pendidikan yang baik, termasuk penanganan darurat bagi masyarakat yang masih buta huruf,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yayasan Sa Noken juga menyampaikan bahwa sebelumnya pihaknya telah berupaya berkontribusi dalam program Sekolah Rakyat melalui peran sebagai koordinator lapangan. Inisiatif tersebut merupakan bentuk komitmen anak muda pribumi untuk terlibat langsung dalam pembangunan SDM di Papua.
Namun demikian, pihak yayasan menyayangkan karena dalam pelaksanaan program tersebut mereka tidak lagi dilibatkan secara aktif, meskipun berbagai kajian dan konsep yang telah disusun oleh Yayasan Sa Noken telah diserahkan kepada pihak-pihak terkait.
Dokumen kajian tersebut diketahui telah disampaikan kepada beberapa pihak yang terlibat dalam program Sekolah Rakyat, di antaranya Ketua DPRD Mimika Komisi III serta Kepala Balai Dinas Sosial di Jayapura.
Melalui pertemuan ini, Yayasan Sa Noken berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan komunitas lokal, agar program-program pembangunan SDM di Papua dapat berjalan lebih efektif serta benar-benar melibatkan anak-anak muda pribumi sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah.
Editor. Sa noken