Ketua KAPP Intan Jaya sekaligus Alumni Ipmo Sejawa dan bali, Yance Emani: Tekankan Mahasiswa Siap Jadi Pemimpin Daerah

Bagikan ke-:

Yogyakarta, metronoken.id – Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Intan Jaya sekaligus Alumni Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali, Yance Emani, S.AB, menghadiri rangkaian kegiatan strategis IPMMO Se-Jawa Bali yang dipusatkan di Yogyakarta.

Kegiatan tersebut mencakup Seminar, Perayaan Natal, dan Tahun Baru IPMMO Se-Jawa Bali yang berlangsung pada,(30/ 2025- 01/01/2026), serta dilanjutkan dengan Musyawarah Besar (MUBES) VIII IPMMO pada,(03/012026) di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I, Yogyakarta. Rangkaian agenda ini menjadi momentum konsolidasi organisasi mahasiswa Moni dalam merespons tantangan akademik, sosial, dan kepemimpinan di masa depan.

MUBES VIII IPMMO Se-Jawa Bali berlangsung dalam suasana dinamis namun tetap kondusif, dengan pembahasan evaluatif terhadap perjalanan organisasi serta perumusan arah kebijakan ke depan. Melalui mekanisme sidang yang demokratis, Badan Formatur menetapkan Lewi Ugipa sebagai Ketua Umum IPMMO Se-Jawa Bali Periode 2025–2027.

Pemilihan tersebut mencerminkan komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai demokrasi internal serta memperkuat konsolidasi mahasiswa Moni lintas daerah. Tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, sehingga kepemimpinan IPMMO dituntut tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga mampu menjawab isu-isu strategis pendidikan, Ham,  dan pembangunan daerah asalnya.

Dalam kapasitasnya sebagai alumni, Yance Emani menegaskan bahwa IPMMO tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia mendorong agar mahasiswa menjadikan organisasi sebagai ruang pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan kritis.

Menurutnya, mahasiswa asal Intan Jaya harus mempersiapkan diri secara serius untuk mengambil peran strategis di daerah, baik dalam birokrasi, dunia usaha, maupun ruang-ruang pengambilan kebijakan publik.

“Mahasiswa harus sadar bahwa masa depan Intan Jaya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya hari ini. Karena itu, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang kadernisasi yang kuat, bukan sekadar forum kumpul,” tegas Yance.

Yance Emani juga menyampaikan apresiasi terhadap Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., yang hadir langsung dalam kegiatan Seminar, Natal, dan Tahun Baru IPMMO Se-Jawa Bali di Kaliurang, Yogyakarta. Kehadiran kepala daerah tersebut dinilai strategis dan bermakna, terutama di tengah kebutuhan mahasiswa akan figur pemimpin yang memahami konteks daerahnya.

Sebagai pemateri dengan topik “Kepemimpinan”, Bupati Intan Jaya menyampaikan pandangan tentang pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, responsif terhadap rakyat, serta mampu bekerja di tengah tantangan geografis dan sosial Papua Pegunungan. Materi tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh realitas kepemimpinan daerah.

Paparan tersebut dinilai memberikan stimulus kritis bagi mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada gelar akademik, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan moral untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan daerah.

Sorotan lain dalam kegiatan ini adalah tingginya jumlah peserta yang mencapai hampir 500 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Bagi Yance Emani, lonjakan tersebut merupakan indikator positif meningkatnya kesadaran pendidikan di kalangan generasi muda dari suku Moni, Nduga, Wolani, dan Dani asal Kabupaten Intan Jaya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kuantitas harus diimbangi dengan peningkatan kualitas akademik dan integritas personal, agar lulusan mahasiswa benar-benar mampu menjawab kebutuhan daerah, bukan justru menambah persoalan baru.

“Ini adalah modal sosial yang besar. Tinggal bagaimana mahasiswa mengelolanya dengan baik, menjaga persatuan, dan membangun kapasitas diri untuk kembali mengabdi bagi Intan Jaya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan IPMMO Se-Jawa Bali ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi ruang strategis kaderisasi kepemimpinan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa, alumni, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Intan Jaya yang lebih adil dan bermartabat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *