GKII Daerah Nabire Rayakan Pekabaran Injil ke 87 Tahun, Dihadiri 37 Gereja dan 1.000 Jemaat

Bagikan ke-:
Pdt. Frans Maisini disamping Kiri dan didampingi Wakil Klasis, Misal Magai baju merah dalam bagian kanan saat ditemui awak media tadi. (Doc. Mis Murib)

Nabire, metronoken.id – Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Nabire menyelenggarakan ibadah syukur memperingati 87 tahun masuknya Injil di Tanah Wiselmeren (Paniai), yang berlangsung pada 13 Januari 1939–13 Januari 2026. Ibadah tersebut dilaksanakan di GKII Laodekia, Samabusa, mulai pukul 09.30 WIT hingga selesai.

Pekabaran Injil pertama kali di Tanah Paniai dibawa oleh Pendeta Russell Deibler dari The Christian and Missionary Alliance (C&MA). Perayaan HUT Pekabaran Injil Daerah Nabire tahun ini dihadiri oleh 37 gereja GKII se-Daerah Nabire, dengan jumlah jemaat yang hadir mencapai sekitar 1.000 orang.

Ketua GKII Daerah Nabire, Frans Maisini, S.Th, menyampaikan bahwa usia 87 tahun merupakan usia yang cukup dewasa bagi gereja untuk terus bertumbuh dan berperan aktif di tengah masyarakat.

“Perayaan syukur pekabaran Injil ke-87 tahun ini dihadiri oleh 37 gereja dengan sekitar 1.000 jemaat. Ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan iman dan pelayanan gereja,” ujar Frans Maisini saat ditemui awak media.

Ia menjelaskan bahwa pekabaran Injil merupakan pelaksanaan Amanat Agung Yesus Kristus, sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:8, yang dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, hingga ke ujung bumi. Injil kemudian dibawa oleh para misionaris ke Batavia (Jakarta), Belanda, Papua, hingga akhirnya tiba di Paniai, yang kini masuk wilayah Provinsi Papua Tengah.

Lebih lanjut, Maisini mengisahkan perjuangan para misionaris yang melanjutkan pelayanan Injil ke berbagai wilayah pedalaman.

“Para misionaris berjalan kaki melewati lembah dan pegunungan, menempuh suka dan duka, dari Mapiha, Ugimba, Ilaga, Beoga, hingga ke seluruh pelosok Tanah Moni dan sekitarnya,” jelasnya.

Menurutnya, GKII bukan hanya gereja lokal, melainkan gereja yang telah hadir di lebih dari 180 negara, serta telah membawa banyak jiwa kepada Kristus, khususnya di Tanah Papua.

Sementara itu, Misal Magai, S.Th., M.Th, menekankan pentingnya peran gereja dalam membawa perubahan di tengah perkembangan dunia, khususnya di Papua Tengah.

“Gereja Kemah Injil harus terus bertumbuh dan berkembang agar dapat membawa kabar Injil dari generasi ke generasi, sampai Kristus datang untuk kedua kalinya,” ungkapnya.

Dalam ibadah syukur tersebut, Pdt. Moses Sambandar, S.Th menyampaikan khotbah yang menekankan kuasa Injil yang membebaskan setiap orang yang percaya kepada Kristus.

“Allah melihat dan memperhatikan umat-Nya. Karena itu, ada dua sikap yang perlu diperhatikan: ketika Allah melihat dan memperhatikan kita, maka kita harus berhati-hati dalam hidup dan perbuatan,” katanya, 

mengutip Amsal 15:3: ‘Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.’

Perayaan 87 tahun Pekabaran Injil ini menjadi momentum rohani bagi GKII dan seluruh jemaat untuk terus setia memberitakan Injil serta menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah kehidupan masyarakat.

Ibadah pengucapan syukuran berakhir dengan pawai bersama dari samabusa, Oyehe, Karang paras, bandaran lama hingga Taman Gizi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *